Dari Air Hilang Menjadi PAD: Strategi PDAM Makassar Kejar Dividen Rp13 Miliar untuk Pemkot

Di tengah tantangan pasokan air baku dan tingginya tingkat kebocoran jaringan, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar justru memasang target ambisius. Perusahaan daerah tersebut menargetkan setoran dividen kepada Pemerintah Kota Makassar mencapai Rp12 hingga Rp13 miliar pada tahun 2027.

Ikonkata– Di tengah tantangan pasokan air baku dan tingginya tingkat kebocoran jaringan, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar justru memasang target ambisius. Perusahaan daerah tersebut menargetkan setoran dividen kepada Pemerintah Kota Makassar mencapai Rp12 hingga Rp13 miliar pada tahun 2027.

Target tersebut bukan hanya soal peningkatan pendapatan perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan peningkatan dividen akan ditopang oleh berbagai program efisiensi, terutama pengurangan kebocoran jaringan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam distribusi air bersih.

“Semakin banyak kebocoran yang bisa kita tangani, maka volume air yang dapat ditagihkan kepada pelanggan akan meningkat. Dampaknya langsung terhadap pendapatan perusahaan dan kontribusi dividen kepada pemerintah daerah,” ujar Andi Syahrum, Senin 22 Juni 2026.

Menurutnya, selama ini air yang hilang akibat kebocoran jaringan tidak hanya berdampak pada pelayanan pelanggan, tetapi juga berpengaruh terhadap potensi pendapatan perusahaan yang seharusnya bisa dioptimalkan.

Pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Makassar, Dr. Arman Jaya, menilai langkah PDAM mengaitkan program perbaikan layanan dengan peningkatan PAD merupakan pendekatan yang patut diapresiasi.

“BUMD modern tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi bagaimana keuntungan itu diperoleh melalui peningkatan kualitas layanan. Jika kebocoran berkurang, pelanggan terlayani lebih baik dan pendapatan daerah juga meningkat. Ini menjadi model bisnis yang sehat,” katanya.

Di sisi lain, PDAM juga tengah menghadapi tantangan berkurangnya pasokan air baku dari Bendungan Lekopancing yang selama ini menjadi salah satu sumber utama untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.

Andi Syahrum menjelaskan, penurunan debit air dipicu oleh sedimentasi saluran, tumpukan sampah, serta penggunaan air oleh masyarakat untuk kebutuhan tambak di sepanjang jalur distribusi.

“Ini bukan hanya persoalan PDAM, tetapi juga persoalan tata kelola sumber daya air yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, perusahaan mulai mengoptimalkan sumber air alternatif dari kawasan Moncongloe, Kabupaten Maros, serta sumber air Maccini Sombala untuk menjaga kontinuitas pasokan ke wilayah terdampak.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, **Ismail Harun**, menilai target dividen yang dipatok PDAM harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mendukung target peningkatan kontribusi PAD, tetapi indikator keberhasilannya bukan hanya besaran dividen. Yang paling penting adalah masyarakat merasakan layanan yang lebih baik, distribusi lebih stabil, dan keluhan pelanggan semakin berkurang,” tegasnya.

Dengan strategi perbaikan jaringan, diversifikasi sumber air baku, dan peningkatan efisiensi operasional, PDAM Makassar optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu BUMD strategis yang tidak hanya melayani kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pendapatan daerah.

banner 336x280