Lukaku Selamatkan Belgia, Mesir Gagal Ukir Kemenangan Bersejarah

Gol perdana Emam Ashour di level internasional nyaris membawa The Pharaohs meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia sebelum Belgia memaksakan hasil imbang 1-1.

Ikonkata-Mesir nyaris menoreh  babak paling bersejarah dalam perjalanan mereka di Piala Dunia FIFA. Namun, kehadiran Romelu Lukaku dari bangku cadangan menggagalkan mimpi tersebut dan membantu Belgia mengamankan hasil imbang 1-1 pada laga pembuka Grup G Piala Dunia FIFA 2026 di Seattle Stadium.

Berdasarkan laporan resmi FIFA, The Pharaohs tampil berani dan disiplin sepanjang pertandingan, bahkan sempat berada di jalur kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Sebelum laga ini, Mesir hanya pernah unggul selama total 29 menit dalam seluruh pertandingan Piala Dunia yang mereka jalani. Mereka juga belum pernah meraih kemenangan di turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Harapan untuk mematahkan catatan itu muncul pada menit ke-19.

Berawal dari kerja sama apik yang diprakarsai Mohamed Salah, bola mengalir kepada Emam Ashour di dalam kotak penalti. Gelandang Al Ahly itu menunjukkan kualitasnya dengan sentuhan pertama yang sempurna sebelum melepaskan tembakan akurat dengan sentuhan kedua. Bola meluncur melewati sela kaki Thomas Meunier dan mengecoh Thibaut Courtois yang sudah menjatuhkan diri.

Gol tersebut bukan hanya membawa Mesir unggul 1-0, tetapi juga menjadi gol internasional pertama dalam karier pemain berusia 28 tahun itu.

Mesir mempertahankan keunggulan hingga turun minum dan membuat Belgia kesulitan menemukan ritme permainan mereka.

Namun, perubahan besar terjadi pada babak kedua.

Pelatih Belgia memasukkan Romelu Lukaku untuk menambah daya gedor lini depan. Dampaknya terasa hampir seketika.

Hanya 20 detik setelah memasuki lapangan, penyerang yang menjadi pencetak gol internasional terbanyak kedua dalam sejarah sepak bola Eropa itu langsung terlibat dalam proses terciptanya gol penyeimbang.

Menyambut umpan silang Thomas Meunier, pergerakan Lukaku di depan gawang memaksa bek Mesir Mohamed Hany melakukan antisipasi. Namun sentuhan yang dilakukan justru mengarahkan bola ke gawang sendiri dan mengecoh kiper Mostafa Shoubir.

Gol bunuh diri pada menit ke-66 tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan menjadi pukulan telak bagi Mesir yang sudah begitu dekat dengan kemenangan bersejarah.

Belgia berusaha memanfaatkan momentum untuk membalikkan keadaan, tetapi pertahanan Mesir tetap tampil solid hingga peluit akhir dibunyikan.

Meski gagal mengamankan tiga poin, hasil imbang ini tetap menjadi sinyal positif bagi Mesir yang tampil kompetitif melawan salah satu kekuatan utama Eropa. Sementara Belgia harus bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya jika ingin memenuhi status mereka sebagai unggulan Grup G.

“Kami mendapatkan satu poin pada akhirnya, tetapi kami sudah memberikan segalanya. Kami tahu Belgia adalah tim yang kuat dengan pemain-pemain berkualitas, dan atmosfer pertandingan juga luar biasa, jadi kami perlu berterima kasih kepada para suporter” ujar Hamzah Abdelkarim, penyerang Timnas Mesir.

Bagi Emam Ashour, malam di Seattle akan tetap dikenang. Gol internasional pertamanya hampir saja menjadi penentu kemenangan paling bersejarah bagi negaranya di panggung Piala Dunia.

Sementar itu pelatih Belgia menilai pertandingan pembuka di turnamen seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama melawan salah satu tim terbaik Afrika seperti Mesir.

“Yang terpenting adalah kami tetap berada dalam permainan. Kami berhasil menyamakan kedudukan berkat pemain yang masuk dari bangku cadangan, dan itu menunjukkan betapa pentingnya seluruh skuad. Ini adalah pertandingan yang hebat antara dua tim yang sangat bagus”, tutur Rudi Garcia, Pelatih Belgia.

Belgia 1-1 Mesir
Gol: Mohamed Hany (bunuh diri 66) — Emam Ashour (19).

Sumber: FIFA.com

banner 336x280