Ikonkata-Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla melantik Kolonel CKM (Purn) dr. Fredrik P. Demmasabu sebagai Ketua PMI Provinsi Sulawesi Utara masa bakti 2026–2031 di Wisma Negara, Manado, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menegaskan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, kepercayaan publik, serta kesiapsiagaan PMI dalam menghadapi berbagai bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PMI Sulawesi Utara yang baru dilantik. Ia menyoroti komposisi kepengurusan yang didominasi perempuan sebagai hal yang membanggakan dan dinilai dapat memperkuat semangat kemanusiaan dalam organisasi.
“Prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia adalah kemanusiaan, yaitu membantu sesama yang mengalami kesulitan akibat bencana alam, bencana kemanusiaan maupun berbagai kondisi yang membutuhkan pertolongan,” kata Jusuf Kalla.
Menurutnya, Sulawesi Utara merupakan wilayah yang berada di kawasan Ring of Fire sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana seperti gempa bumi, banjir, dan berbagai bencana alam lainnya. Karena itu, keberadaan PMI menjadi sangat penting dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Jusuf Kalla menegaskan bahwa modal utama PMI adalah kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kerja keras, transparansi, dan kemampuan organisasi dalam memberikan bantuan secara cepat dan tepat sasaran.
“PMI berada di tengah antara pihak yang memberikan bantuan dan pihak yang menerima bantuan. Karena itu, kepercayaan dari masyarakat, pemerintah, donor, dan penerima bantuan harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu prinsip kerja PMI adalah mampu hadir dalam waktu cepat saat terjadi bencana. Menurutnya, relawan merupakan kekuatan utama PMI karena bekerja berdasarkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.
Selain penanggulangan bencana, Jusuf Kalla menekankan pentingnya pelayanan donor darah sebagai salah satu tugas utama PMI. Ia menyebut hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu menggantikan darah manusia sehingga kebutuhan darah hanya dapat dipenuhi melalui donor dari sesama manusia.
“Sehebat apa pun para ilmuwan dan peneliti, hingga saat ini belum ada darah buatan manusia. Darah tetap harus berasal dari manusia untuk manusia,” katanya.
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa gerakan kemanusiaan PMI tidak mengenal batas negara. Ia mencontohkan bantuan kemanusiaan yang diberikan lintas negara saat terjadi bencana besar, termasuk bantuan internasional yang pernah diterima Indonesia saat bencana tsunami Aceh.
Menutup sambutannya, Jusuf Kalla mengajak seluruh pengurus, relawan, dan donor PMI untuk terus memperkuat kerja-kerja kemanusiaan. Ia berharap PMI Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan dr. Fredrik P. Demmasabu dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat.
“Dalam agama apa pun, membantu sesama manusia adalah amal ibadah yang sangat penting. Karena itu, semoga PMI terus menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Jusuf Kalla.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, para kepala daerah kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, serta jajaran pengurus PMI tingkat provinsi dan kabupaten/kota.










