BPOM Gratiskan Registrasi Pangan Olahan untuk UMK, Dorong Produk Naik Kelas

pelaku UMKM menjadi pengguna terbesar layanan registrasi pangan olahan. Hingga Maret 2026, sekitar 82 persen dari 15.034 perusahaan pangan olahan yang terdaftar di BPOM merupakan UMKM.

Ikonkata-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan keberpihakannya kepada usaha mikro dan kecil (UMK) dengan menggratiskan biaya registrasi pangan olahan yang sebelumnya masuk dalam tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Lembaga Bantuan Manajemen (LBM) UMKM Tangguh Berkibar di Tangerang Selatan pada hari  Minggu (7/6/2026).

“Masyarakat tidak perlu bayar, gratis bagi produsen dalam negeri kategori usaha mikro dan kecil. Jangan takut terhadap biaya dan jangan takut kepada BPOM,” ujar Taruna.

Menurut BPOM, pelaku UMKM menjadi pengguna terbesar layanan registrasi pangan olahan. Hingga Maret 2026, sekitar 82 persen dari 15.034 perusahaan pangan olahan yang terdaftar di BPOM merupakan UMKM.

Selain itu, sebanyak 62 persen dari total 193 ribu izin edar pangan olahan yang diterbitkan sepanjang April 2021 hingga April 2026 juga dimiliki pelaku UMKM.

Pada sektor industri rumah tangga, BPOM mencatat telah menerbitkan 647.865 Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada 242.740 pelaku usaha hingga Mei 2026.

Taruna mengatakan BPOM tidak hanya memberikan kemudahan biaya perizinan, tetapi juga berbagai bentuk pendampingan, mulai dari asistensi regulasi, bimbingan teknis, coaching clinic, konsultasi, hingga bantuan pengujian produk.

BPOM juga menjalankan program Orang Tua Angkat (OTA) UMKM yang melibatkan industri besar untuk membantu peningkatan kapasitas usaha, penguatan fasilitas produksi, dan perluasan akses pasar bagi UMKM.

Hingga saat ini, tercatat 29 industri pangan telah berkomitmen menjadi OTA bagi 471 UMK pangan olahan.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina LBM UMKM Tangguh Berkibar, Muhammad Qodari, menyebut UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu terus didorong agar mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

Sementara itu, Taruna berharap sinergi antara BPOM dan LBM UMKM Tangguh Berkibar dapat membantu lebih banyak pelaku usaha memperoleh izin edar dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

banner 336x280