Ikonkata-Musibah kebakaran menghanguskan tiga unit rumah di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (2/6/2026). Dalam hitungan menit, api melalap bangunan dan memaksa empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar harta benda mereka.
Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti lokasi kejadian, Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, turun langsung menemui para korban dan menyerahkan bantuan darurat sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak.
Didampingi Anggota DPRD Luwu Timur, Muhammad Iwan, Wabup menyambangi lokasi kebakaran yang masih menyisakan puing-puing bangunan. Ia berdialog dengan warga, mendengarkan langsung kronologi kejadian, sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk membantu para korban selama masa tanggap darurat.
“Bantuan darurat ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan dasar para korban. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan keluarga terdampak,” kata Hj. Puspawati.
Di hadapan para korban, Wabup juga mengajak warga untuk tetap kuat dan tidak kehilangan harapan meski sedang menghadapi cobaan berat.
Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede Sudarsana, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh sebuah telepon genggam yang sedang diisi daya di atas kasur. Perangkat tersebut disebut mengalami ledakan yang kemudian memicu munculnya api hingga cepat membesar.
“Kebakaran ini terjadi karena adanya HP yang dicas di atas kasur yang kemudian meledak dan memicu munculnya api,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat elektronik, terutama ketika mengisi daya baterai. Di sisi lain, respons cepat pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan menunjukkan kehadiran negara di tengah warga yang sedang menghadapi musibah. (Red)










