Veteran Utara Tak Lagi Dikuasai Pasar Tumpah Pada Subuh Hari

308 pedagang pindah ke Terminal Malengkeri tanpa gesekan, kawasan Veteran Utara mulai bersih dan tertib.

Ikonkata-Setelah puluhan tahun menimbulkan  kemacetan dan semrawutnya aktivitas pasar tumpah pada subuh hari di kawasan Jalan Veteran Utara di Makassar kini mulai berubah wajah.

Pemerintah Kota Makassar pada Minggu dini hari (24/5/2026) berhasil menertibkan aktivitas bongkar muat dan pedagang sayur mayur yang selama ini menggunakan badan jalan serta trotoar di sekitar Pasar Kubis dan lorong-lorong sekitarnya.

Berbeda dengan banyak operasi penertiban pasar tradisional di kota-kota besar lainnya, proses relokasi di Makassar berlangsung tanpa kericuhan.

Tidak ada bentrokan antara pedagang dan aparat. Tidak ada aksi saling dorong. Yang terlihat justru pendekatan dialogis dan komunikasi panjang yang dilakukan pemerintah bersama pedagang selama proses penataan berlangsung.

Ali Gauli Arief menyebut keberhasilan relokasi terjadi karena pendekatan humanis yang dikedepankan pemerintah kota bersama tim gabungan.

“Alhamdulillah penataan berjalan kondusif. Tidak ada gesekan karena semua dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi dan menjaga ketertiban serta keamanan warga,” ujar Ali Gauli Arief.

Selama bertahun-tahun, kawasan Veteran Utara dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat di Makassar. Mobil boks pedagang kerap menggunakan badan jalan untuk bongkar muat barang, sementara trotoar dipenuhi lapak pasar.

Aktivitas itu menyebabkan penyempitan ruas jalan dan mengganggu akses pejalan kaki.

Kini, kawasan tersebut mulai steril.

Sebanyak 308 pedagang dan kendaraan bongkar muat telah dipindahkan ke lokasi baru di Terminal Malengkeri yang dinilai lebih luas dan tertata.

Pemerintah kota bahkan memberikan fasilitas tempat secara gratis agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan.

Penertiban juga dilakukan di kawasan Jalan Kubis, Jalan Lobak, Lorong 97, dan Lorong 98 di sekitar Pasar Kalimbu, yang selama ini dipenuhi pedagang kaki lima.

Menurut Ali, sebagian besar pedagang sebenarnya telah beraktivitas lebih dari dua dekade di kawasan tersebut.

Namun meningkatnya kepadatan kota membuat penataan dianggap tak lagi bisa ditunda.

Operasi penataan melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Satpol PP, PD Pasar, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga tokoh masyarakat.

Bagi warga sekitar, perubahan ini menjadi sesuatu yang telah lama dinanti.

Selama bertahun-tahun, pasar tumpah dinilai bukan hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga berdampak pada kebersihan lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat sekitar.

Kini, kawasan yang dulu padat oleh lapak dan kendaraan bongkar muat perlahan mulai terlihat lebih terbuka, tertib, dan mudah dilalui.

Pemerintah Kota Makassar berharap relokasi ini menjadi solusi jangka panjang — menjaga roda ekonomi tetap hidup tanpa mengorbankan ruang publik dan fungsi jalan kota.

banner 336x280