Warga Makassar Keluhkan Banjir hingga Air Bersih, Farid Rayendra Janji Kawal Aspirasi ke Pemkot

Reses DPRD Soroti Drainase, Infrastruktur Lingkungan, Sampah, dan Validasi Data Bansos

Ikonkata-Persoalan drainase, banjir, akses air bersih, hingga pengelolaan sampah mendominasi aspirasi warga dalam reses Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Farid Rayendra, yang digelar di delapan titik di Kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate pada 20–21 Mei 2026.

Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan dasar lingkungan disebut masih menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah kota, terutama terkait saluran air yang buruk, jalan lingkungan, hingga pelayanan sosial masyarakat.

Di Kelurahan Pabbatang, Kecamatan Mamajang, warga menyoroti persoalan drainase yang dinilai menjadi penyebab utama banjir saat musim hujan. Aspirasi serupa juga disampaikan warga Kelurahan Sambung Jawa yang meminta percepatan rehabilitasi got tertutup dan pembenahan infrastruktur lorong permukiman.

Sementara itu, warga Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, mengusulkan pemasangan penerangan jalan di area pinggir kanal serta pembukaan kembali saluran got yang tertutup agar dapat dibersihkan secara rutin.

Dalam pertemuan tersebut, persoalan penggusuran pedagang kaki lima di Jalan Nuri juga menjadi perhatian masyarakat yang berharap pemerintah menghadirkan solusi lebih manusiawi.

Di Kelurahan Panambungan, warga meminta normalisasi drainase dan penambahan armada pengangkut sampah karena sistem yang ada dinilai tidak lagi mampu mengatasi persoalan lingkungan saat hujan deras.

Reses hari kedua berlanjut di Kecamatan Tamalate. Warga Kelurahan Balang Baru mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan kanal, pengaspalan jalan kompleks, serta pembenahan drainase di sejumlah wilayah permukiman.

Menariknya, warga Jalan Baji Rupa menghadirkan sejumlah gagasan inovatif terkait pengelolaan sampah dan lingkungan, mulai dari mesin pengolah sampah plastik menjadi minyak, mural edukatif lorong, hingga penyediaan alat penghancur botol plastik.

Selain itu, pembangunan posyandu di lahan pemerintah juga menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat.

Di Kelurahan Tanjung Merdeka, warga menyoroti persoalan akses air bersih dan sistem pembuangan air hujan yang dinilai belum memadai. Masyarakat meminta pengerukan drainase serta penambahan jalur pembuangan air menuju danau untuk mengurangi risiko banjir.

Sedangkan di Kelurahan Barombong, persoalan validasi data bantuan sosial, pendataan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga penambahan armada truk sampah menjadi sorotan utama warga.

Farid Rayendra menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan dibawa ke DPRD dan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur lingkungan, kebersihan, drainase, dan pelayanan sosial harus menjadi prioritas pembangunan Kota Makassar.

“Kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama agar kualitas hidup warga bisa meningkat secara merata,” ujarnya.

banner 336x280