Ikonkata — Kunjungan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, ke UMKM Al Ma’un Corner binaan Komunitas Berbagi Al-Maun Sorowako, Kecamatan Nuha, berubah menjadi momen penuh haru ketika mendengar langsung kisah perjuangan seorang ibu penjual yang berjuang membesarkan empat anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Perempuan tersebut adalah Fani Sabrina (40), yang kini terpaksa tinggal di lapak sederhana tempatnya berjualan karena tidak memiliki hunian yang layak. Di hadapan Bupati, Fani menceritakan bagaimana dua anaknya belum bisa melanjutkan sekolah karena terkendala surat pindah dari sekolah lama di Kabupaten Luwu.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia juga mengungkapkan kesulitan hidup yang dihadapi keluarganya. Satu anak masih balita, sementara satu lainnya tinggal bersama kakek dan neneknya.
Mendengar kisah tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam langsung mengambil langkah cepat. Ia meminta Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, untuk segera mencarikan tempat tinggal yang layak bagi Fani dan keluarganya di Rusunawa Sorowako.
Tak hanya itu, untuk mendukung aktivitas sehari-hari Fani dari tempat tinggal menuju lokasi usahanya, Bupati juga berjanji memberikan bantuan satu unit sepeda motor.
Perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga menyentuh aspek pendidikan. Bupati memastikan pemerintah akan membantu menyelesaikan persoalan administrasi agar dua anak Fani dapat kembali bersekolah.
“Bagaimanapun juga anak tidak boleh putus sekolah,” tegas Irwan Bachri Syam.
Selain hunian dan pendidikan, Pemkab Luwu Timur juga akan membantu mengurus kembali akses bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya tidak lagi diterima Fani.
Bantuan yang datang secara langsung itu membuat Fani tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Di hadapan Bupati dan rombongan, ia berulang kali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
“Semoga bapak Bupati bersama ibu selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar,” ucap Fani penuh haru.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, ketika sebuah kunjungan kerja berubah menjadi aksi cepat membantu warga yang membutuhkan harapan baru untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik.










