Ikonkata-Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah, meminta seluruh elemen masyarakat mulai dari RT/RW, Linmas hingga aparat kelurahan memperkuat peran pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya aksi geng motor dan begal yang dinilai semakin meresahkan warga Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Muchlis Misbah, peran lingkungan menjadi sangat penting untuk mendeteksi lebih dini aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan tindak kriminal.
Ia meminta RT/RW dan Linmas aktif berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan kelompok anak muda yang berkumpul hingga larut malam atau bergerombol menggunakan sepeda motor.
“Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus terlibat dalam penanganan geng motor, termasuk tokoh masyarakat, RT, RW, Linmas, kecamatan, kelurahan, dan kepolisian,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Misbah menilai aksi geng motor saat ini tidak lagi sekadar tawuran biasa, tetapi sudah mengarah pada tindak kriminal yang membahayakan masyarakat umum.
“Ini geng motor memang sudah sangat meresahkan karena menyerang orang yang tidak bersalah. Oleh karena itu, kita harus kolaborasi antar kepolisian, tokoh masyarakat, RT, RW, dan Linmas untuk mengantisipasi,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat lebih peka terhadap aktivitas yang dianggap mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Kalau ada yang bergerombol naik motor, mencurigakan dan meresahkan, ya kita koordinasi dengan polisi untuk dibubarkan,” ujarnya.
Meski demikian, Misbah mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan tetap menyerahkan proses penindakan kepada aparat kepolisian.
“Penindakannya tetap sama polisi, karena kalau masyarakat yang bertindak sendiri itu berbahaya. Bisa ada sanksi dan hukuman,” jelasnya.
Politisi tersebut juga meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku geng motor dan begal demi menjaga rasa aman masyarakat di Kota Makassar.
Selain itu, ia menilai peran perangkat daerah seperti Linmas, RT/RW dan Satuan Polisi Pamong Praja perlu terus diperkuat sebagai bagian dari sistem pengamanan lingkungan berbasis masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan potensi tindak kriminal sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tingkat wilayah.










