Ikonkata-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur mulai memacu percepatan target tanam tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang digelar di Pelataran Kantor BPP Wotu, Kamis (14/5/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga target swasembada pangan di tengah ancaman musim kering yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.
Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur, Subhang, dan diikuti para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah di Kabupaten Luwu Timur.
Dalam arahannya, Subhang menekankan pentingnya semangat dan komitmen bersama untuk memastikan target tanam dapat tercapai secara optimal.
“Kita harus tetap semangat dan optimistis dalam mencapai target. Ini penting agar sektor pertanian kita tetap eksis dan berkelanjutan ke depan,” ujarnya.
Rakor tersebut juga dihadiri Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, yang sekaligus menjadi Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam pemaparannya, Taufiq Ratule mengingatkan pentingnya langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, pola musim tanam saat ini telah berubah menjadi MT 12 atau musim tanam sepanjang tahun, sehingga tidak ada lagi bulan tanpa aktivitas tanam.
“Semua kebutuhan harus disiapkan sejak dini, termasuk pompa air untuk mengantisipasi musim kemarau. Jika ada kebutuhan sarana pendukung segera diidentifikasi dan diajukan sehingga tidak terjadi kendala saat musim kemarau tiba,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran penting penyuluh pertanian sebagai ujung tombak peningkatan produksi pangan nasional. Penyuluh diminta aktif mendampingi petani sekaligus memahami potensi wilayah masing-masing.
“Penyuluh harus menjadi ujung tombak dalam meningkatkan produksi. Koordinasi yang baik akan berdampak pada peningkatan hasil pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan, Zainal Abidin, menyebut Luwu Timur memiliki potensi lahan pertanian yang besar sehingga perlu dioptimalkan secara maksimal.
Ia menilai capaian tanam saat ini cukup baik, namun percepatan tetap harus dilakukan dengan pendekatan berbasis data dan target wilayah yang jelas.
“Capaian kita saat ini sudah cukup baik, namun tetap perlu percepatan. Kita harus berbasis data dan penyuluh harus memiliki target yang jelas di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Zainal menegaskan, petugas dan penyuluh di lapangan merupakan representasi langsung Kementerian Pertanian dalam mengawal program swasembada pangan nasional.
“Keberhasilan penyuluh diukur dari peningkatan produksi pertanian. Mari kita jaga nama baik daerah dan Kementerian Pertanian dengan kerja nyata,” pungkasnya.
Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.










