DKI Gandeng Danantara, PLTSa Siap Dibangun di Tiga Titik

Pramono Anung dorong solusi sampah berbasis energi, wajib pilah sampah segera diberlakukan

Ikonkata-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tancap gas menuntaskan persoalan sampah. Lewat kolaborasi strategis, pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) segera dimulai di sejumlah titik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut proyek ini akan dibangun di beberapa lokasi strategis, yakni Bantargebang, kawasan Tanjungan di Kamal Muara, serta Sunter, Jakarta Utara.

“Hari ini Pemprov DKI akan melakukan penandatanganan kerja sama untuk dua lokasi PLTSa, satu di Bantargebang dan satu di Tanjungan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5).

Pembangunan PLTSa menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan. Infrastruktur ini akan melengkapi fasilitas pengolahan sampah yang telah lebih dulu beroperasi, seperti RDF Plant di Rorotan.

Menurut Pramono, RDF Rorotan saat ini sudah berfungsi dalam mengurangi volume sampah dari berbagai wilayah Jakarta. Dengan tambahan PLTSa, sistem pengelolaan sampah akan semakin terintegrasi.

“Dengan demikian, Jakarta akan memiliki tiga PLTSa, ditambah RDF Rorotan yang sudah beroperasi,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Pemprov DKI juga akan memperkuat kebijakan dari hulu dengan mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah.

Dalam waktu dekat, Pemprov DKI bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia akan mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah secara masif di seluruh wilayah Jakarta.

“Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur terkait pemilahan sampah. Dalam waktu dekat akan ada deklarasi bersama,” kata Pramono.

Gerakan ini sebelumnya telah diuji coba di sejumlah wilayah seperti Rorotan dan Cilincing, dan akan diperluas ke seluruh kota administrasi.

Langkah ini menandai perubahan pendekatan pengelolaan sampah Jakarta—dari sekadar penanganan menjadi pengolahan berbasis energi dan partisipasi publik.

Dengan kombinasi pembangunan PLTSa dan gerakan pemilahan sampah, Pemprov DKI menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

banner 336x280