Ikonkata-Lonjakan pasien di fasilitas kesehatan kembali menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bergerak cepat memastikan layanan tetap optimal, dengan langkah konkret langsung di lapangan.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler, meninjau langsung pelayanan di RSUD I Lagaligo Wotu, Senin (4/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Irwan mendapati antrean pasien yang cukup panjang. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta kecepatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Merespons situasi tersebut, Irwan langsung menghubungi Direktur RSUD dan menginstruksikan penambahan meja pelayanan guna mengurai antrean.
“Perlu tambahan meja pelayanan supaya tidak banyak pasien antre. Kasihan kalau terlalu lama menunggu,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga menyangkut kenyamanan, kecepatan, serta responsivitas tenaga kesehatan dalam melayani pasien.
Di sela kunjungan, Irwan bersama Puspawati turut menyapa masyarakat yang tengah menunggu layanan, sekaligus menyerap langsung keluhan yang dirasakan warga.
Tekanan Layanan dan Tantangan Kesehatan Daerah
Kondisi antrean di RSUD I Lagaligo mencerminkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Luwu Timur. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan terus meningkat, terutama untuk penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, serta kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain itu, cakupan layanan kesehatan dasar juga terus diperluas seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di wilayah tersebut. Hal ini berdampak pada meningkatnya beban layanan di rumah sakit rujukan seperti RSUD I Lagaligo.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mendorong penguatan layanan primer melalui puskesmas guna mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit.
Kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati di lokasi menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan layanan kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah.
Langkah cepat yang diambil diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang lebih cepat, nyaman, dan merata. (Red_










