Ikonkata-Upaya memperluas jangkauan promosi destinasi terus digencarkan. Kali ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta menggandeng komunitas dalam sebuah perjalanan wisata pengenalan yang menyorot pesona bahari hingga jejak sejarah Kepulauan Seribu.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Perjalanan Wisata Pengenalan (PWP) bersama Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) di kawasan Kepulauan Seribu, Senin (4/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat promosi wisata bahari Jakarta sekaligus memperluas eksposur destinasi unggulan melalui kolaborasi dengan komunitas dan media.
Rangkaian perjalanan dimulai dari Dermaga Baywalk Pluit sebagai titik keberangkatan menuju Pulau Onrust dan Pulau Payung. Konsep experience-based tourism diusung untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga edukatif.
Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi pengalaman langsung kepada peserta mengenai potensi wisata bahari Jakarta, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan pesisir.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir publikasi yang informatif dan inspiratif, sekaligus memperluas jangkauan promosi Kepulauan Seribu kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga diberi ruang untuk mengeksplorasi destinasi secara mandiri. Dokumentasi dalam bentuk foto, video, hingga tulisan menjadi bagian penting dari strategi promosi berbasis pengalaman yang autentik.
Di Pulau Onrust, peserta menelusuri situs bersejarah yang menyimpan jejak penting sejak masa kolonial—mulai dari galangan kapal, benteng pertahanan, hingga kawasan karantina haji dan penyakit menular. Narasi sejarah ini menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkaya daya tarik wisata Jakarta.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pulau Payung, tepatnya di kawasan Asha Resort. Di lokasi ini, peserta mengikuti walking tour yang mencakup eksplorasi pantai hingga area konservasi, termasuk kolam hiu pari yang menjadi salah satu daya tarik edukatif.
Andhika menambahkan, ke depan kolaborasi dengan berbagai komunitas akan terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Kesadaran publik terhadap potensi wisata bahari Jakarta harus terus dibangun. Kepulauan Seribu bukan hanya indah, tetapi juga kaya sejarah dan pengalaman wisata yang beragam,” tandasnya.










