Indonesia Tancap Gas Masuki Era Terapi Modern, ATMP Jadi Fokus Kolaborasi Nasional

tren global menunjukkan produk biologi tumbuh jauh lebih cepat dibanding obat berbasis molekul kecil. Hingga kuartal IV 2025, pipeline terapi berbasis gen, RNA, dan sel di dunia telah mencapai 4.164 produk, dengan 148 di antaranya telah disetujui di berbagai negara.

Ikonkata-Indonesia mulai menunjukkan langkah serius memasuki era terapi kesehatan modern. Sinyal itu mengemuka dalam kuliah umum bertajuk Implementasi ATMP di Indonesia melalui Kolaborasi ABGC (Academic, Business, Government, and Community) yang digelar di kampus Indonesian International Institute for Life Sciences (i3L), Pulomas, Jakarta Timur, Senin (27/4/2026).

Kegiatan hasil kolaborasi PT Kalbe Farma Tbk, PT Bifarma Adiluhung, dan i3L itu menghadirkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, sebagai pembicara utama. Hadir pula jajaran pimpinan Kalbe Farma, akademisi, mahasiswa, pelaku industri, hingga komunitas kesehatan.

Forum tersebut membahas kesiapan Indonesia mengembangkan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP), kategori terapi modern yang mencakup terapi gen, terapi sel, serta rekayasa jaringan. Di tingkat global, teknologi ini dipandang sebagai lompatan besar dalam penanganan kanker, penyakit autoimun, hingga gangguan degeneratif.

Dalam paparannya, Taruna menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi kesehatan global.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi negara yang mampu melahirkan inovasi sendiri melalui kolaborasi riset, industri, dan regulasi yang kuat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan tren global menunjukkan produk biologi tumbuh jauh lebih cepat dibanding obat berbasis molekul kecil. Hingga kuartal IV 2025, pipeline terapi berbasis gen, RNA, dan sel di dunia telah mencapai 4.164 produk, dengan 148 di antaranya telah disetujui di berbagai negara.

BPOM Kawal dari Hulu ke Hilir

Taruna menekankan, kesiapan regulasi menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti di laboratorium. Untuk itu, BPOM telah menyiapkan kerangka pengawasan komprehensif, mulai dari riset awal, pengembangan nonklinik, uji klinik, izin edar, hingga pengawasan pascapemasaran.

BPOM juga telah menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced. Regulasi ini menjadi pijakan penting dalam memastikan mutu, keamanan, khasiat, serta manajemen risiko produk ATMP.

“Riset yang baik harus bisa masuk ke industri, memperoleh kepastian regulasi, lalu memberi manfaat nyata bagi pasien,” ujar Taruna.

Selain itu, BPOM membuka jalur registrasi dipercepat untuk obat inovatif tertentu, termasuk life saving drug, orphan drug, serta produk hasil investasi industri farmasi dalam negeri.

Dorong Kolaborasi ABGC dan Ekosistem Nasional

Pengembangan ATMP, lanjut Taruna, tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi model ABG atau triple helix antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.

Hingga Januari 2026, BPOM telah menjalin sekitar 180 kerja sama dengan berbagai universitas. Pemerintah berperan dalam pendampingan regulatori, akademisi memperkuat riset dan sumber daya manusia, sementara industri bertugas mendorong hilirisasi dan produksi.

Taruna juga menyinggung capaian strategis BPOM yang pada Desember 2025 memperoleh status World Health Organization (WHO) Listed Authority (WLA) untuk vaksin. Status ini menjadikan Indonesia sebagai otoritas regulatori pertama dari negara berkembang yang masuk dalam daftar tersebut.

Capaian itu dinilai memperkuat posisi Indonesia di mata global sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor kesehatan.

Industri dan Kampus Jadi Motor Inovasi

Kehadiran Kalbe Farma dalam forum ini mencerminkan peran penting industri dalam mendorong komersialisasi hasil riset nasional. Sementara i3L diposisikan sebagai ruang strategis yang menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri bioteknologi masa depan.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, forum ini mengirimkan pesan tegas: Indonesia tidak ingin tertinggal dalam revolusi terapi canggih. Ekosistem pun mulai disiapkan secara menyeluruh—dari laboratorium, industri, hingga regulator.

banner 336x280