ikonkata– Huawei Indonesia menegaskan strategi diferensiasi produk di segmen flagship dengan menghadirkan kembali lini Mate melalui Huawei Mate 80 Pro. Perangkat ini diposisikan sebagai smartphone berorientasi performa menyeluruh, tanpa secara langsung bersaing dengan lini fotografi andalan, Huawei Pura 80.
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono menjelaskan bahwa kedua lini tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang berbeda meskipun berada dalam kelas harga premium.
“Mate series lebih fokus ke performa secara keseluruhan, baik dari sisi perangkat, kamera, maupun fitur-fitur terkini. Sementara Pura memang ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan fotografi,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Kamis.
Huawei membanderol Mate 80 Pro seharga Rp16.999.000 dengan konfigurasi RAM 16GB dan penyimpanan 512GB. Perangkat ini dijadwalkan mulai tersedia di pasar Indonesia pada 24 April 2026. Di sisi lain, seri Pura 80 yang lebih dulu hadir pada September 2025 ditawarkan mulai Rp9.999.000 dengan varian memori RAM 12GB dan ROM 256GB, serta opsi Pro dan Ultra untuk segmen lebih tinggi.
Meski berada dalam rentang harga yang beririsan di kelas high-end, Huawei menilai tidak akan terjadi kanibalisasi pasar. Pendekatan segmentasi berbasis kebutuhan pengguna menjadi kunci strategi produk perusahaan.
Kembalinya lini Mate setelah vakum sekitar tiga tahun di Indonesia juga menandai upaya Huawei memperkuat portofolio flagship berbasis performa. Mate 80 Pro dirancang untuk pengguna yang membutuhkan keseimbangan antara produktivitas, desain, dan kemampuan kamera tanpa harus memiliki pemahaman teknis fotografi.
Sebaliknya, lini Pura tetap diposisikan sebagai perangkat dengan keunggulan kamera tingkat profesional, menyasar pengguna yang mengutamakan kualitas visual dan eksplorasi fotografi.
“Pengguna yang tidak terlalu memahami teori fotografi tapi ingin hasil foto yang bagus, Mate series bisa menjadi pilihan,” kata Edy.
Dengan strategi ini, Huawei berupaya memperluas jangkauan pasar premium melalui diferensiasi pengalaman pengguna, bukan sekadar spesifikasi teknis.










