UMKM Kebanjiran Pembeli di Hari Kedua MTQ Sulsel, Omzet Pedagang Melonjak

Bahkan, semakin larut, jumlah warga yang datang justru kian meningkat. Beragam kuliner, minuman kekinian, hingga oleh-oleh khas daerah menjadi buruan utama pengunjung.

Ikonkata-Gelaran pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros tak hanya menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga menghadirkan lonjakan ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha kecil.

Memasuki hari kedua, kawasan tenan dipadati pengunjung sejak sore hingga malam hari. Bahkan, semakin larut, jumlah warga yang datang justru kian meningkat. Beragam kuliner, minuman kekinian, hingga oleh-oleh khas daerah menjadi buruan utama pengunjung.

Lonjakan pengunjung ini berdampak langsung pada peningkatan omzet pedagang. Sejumlah pelaku UMKM mengaku penjualannya melampaui target, bahkan kehabisan stok dalam waktu singkat.

Salah satu pedagang minuman kekinian, Triple Z, menyebutkan bahwa antusiasme pengunjung sudah terasa sejak hari pertama. “Penjualan sudah lebih dari target, bahkan stok kami sempat habis. Produk seperti matcha dan alpukat paling banyak diminati,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pedagang Asinan NTI yang merasakan peningkatan penjualan di hari kedua. Ia menyebut daya beli pengunjung tetap tinggi, dengan produk yang dijual di kisaran harga terjangkau.

Sementara itu, pelaku usaha Bakso Bakar Isra mengaku harus melayani pembeli hingga tengah malam akibat tingginya permintaan. “Ramai sekali, dari sore sampai malam tidak pernah sepi. Omzet hari ini jauh di atas target,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa event keagamaan seperti MTQ tidak hanya berfungsi sebagai ajang syiar Islam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya sektor UMKM.

Pemerintah Kabupaten Maros pun turut memantau langsung geliat tersebut. Bupati Maros, Chaidir Syam, menilai tingginya jumlah pengunjung menjadi indikator positif perputaran ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Ini menunjukkan dampak nyata. MTQ bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya saat meninjau lokasi pameran.

Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif ke depan.

Di sisi lain, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ berjalan lancar dan kondusif. Ia optimistis kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga penutupan acara.

“Ini bukan hanya event seremonial, tapi menjadi ruang kebersamaan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.

banner 336x280