Wamen Pertahanan Buka Program Executive Training Tahun 2026

setiap insan pertahanan dituntut memiliki kepekaan dan ketajaman analisis dalam membedakan kritik konstruktif dan narasi yang bersifat subversif, guna menjaga stabilitas nasional di berbagai sektor.

Ikonkata-Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, secara resmi membuka Program Executive Training Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Purnomo Yusgiantoro Center di Aula BTI Kemhan, Senin (13/4/2026).

Wamenhan menegaskan bahwa perkembangan lingkungan strategis global membawa ancaman terhadap kedaulatan negara yang tidak lagi bersifat konvensional, namun semakin kompleks dan multidimensional, termasuk maraknya _narative and legal warfare_ (NLW). Oleh karenanya, setiap insan pertahanan dituntut memiliki kepekaan dan ketajaman analisis dalam membedakan kritik konstruktif dan narasi yang bersifat subversif, guna menjaga stabilitas nasional di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Wamenhan menekankan pentingnya penguatan Defense Intellectual Management (DIM) sebagai fondasi dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh. Program Executive Training ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran strategis untuk meningkatkan kemampuan analitis, kepemimpinan, serta cara pandang yang adaptif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat sinergi antarmatra dalam sistem pertahanan negara yang terpadu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Sekjen Kemhan, serta Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan dan TNI.

banner 336x280