Apresiasi Prof Taruna Terhadap Mitra BPOM Sepanjang 25 Tahun Terakhir

Kepala BPOM menyampaikan bahwa dalam waktu seperempat abad BPOM telah melewati berbagai tempaan. Ekspektasi publik kepada BPOM terus meningkat dan kehadiran BPOM saat ini makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ikonkata  Menjelang hari jadi ke-25 Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 31 Januari 2026, BPOM menggelar kegiatan opening ceremony yang menandai dimulainya rangkaian acara menyambut hari istimewa bagi BPOM.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lintas sektor nasional maupun internasional yang telah menjadi mitra BPOM selama melakukan tugas pengawasan obat dan makanan selama 25 tahun terakhir. Beberapa yang hadir yaitu Menteri Agama Nasaruddin Umar; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Hadir pula Associate Professor of Ophthalmology, Harvard Medical School Joseph F. Arboleda-Velasquez; Associate Professor, Vanke School of Public Health, Tsinghua University Li Guanqiao; para pelaku usaha; serta seluruh jajaran BPOM dari seluruh unit pelaksana teknis (UPT) yang hadir secara luring maupun daring.

Menteri Agama, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan BPOM. Nasaruddin Umar berharap agar sinergi ini semakin optimal untuk menghadapi dinamika yang dihadapi dalam melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan yang tidak aman dan tidak layak dikonsumsi. 

“Saya yakin dengan pengalaman 25 tahun, BPOM mampu menjadi role model di dalam membangun sistem regulasi farmasi yang ilmiah, inklusif, dan berorientasi kepada kepercayaan publik,” tuturnya.

Selanjutnya, Menteri Kesehatan menyampaikan harapan agar BPOM ke depan bersama-sama memfasilitasi masuknya investasi dari swasta. Dengan adanya fasilitasi ini, diharapkan agar angka pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai. “Sehingga bisa mendukung rencana Presiden RI mencapai angka 8% pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mudah-mudahan perusahaan farmasi Indonesia semakin berkembang, didorong oleh BPOM sebagai regulator,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan bahwa dalam waktu seperempat abad BPOM telah melewati berbagai tempaan. Ekspektasi publik kepada BPOM terus meningkat dan kehadiran BPOM saat ini makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Taruna Ikrar menegaskan selama 25 tahun perjalanan, BPOM terus meningkatkan dan memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan, baik pada level nasional maupun global. 

“Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan national regulatory authority (NRA) negara maju dengan secara resmi menjadi WHO Listed Authority (WLA). BPOM menjadi NRA negara berkembang pertama di dalam WLA,” jelasnya.

Bersamaan dengan momen pembukaan hari ini, Kepala BPOM melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kerja sama yang disepakati yaitu mengenai sinergi tugas dan fungsi di bidang pengawasan obat dan makanan dengan bidang pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut hasil diskusi yang disepakati pada pertemuan kedua pimpinan lembaga, Jumat pekan lalu.

Brian Yuliarto dalam sambutannya selepas penandatanganan MoU memaparkan bahwa saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 4 ribu perguruan tinggi dengan tenaga pengajar 300 ribu dosen dan lebih dari 12 ribu profesor. “Saya yakin ini merupakan aset bersama dalam kolaborasi untuk dapat mewujudkan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, yaitu kemandirian di sektor obat-obatan. Semoga sinergi ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional yang berdampak bagi bangsa Indonesia,” tambahnya.

Memasuki usia peraknya, BPOM menyadari bahwa eksistensi BPOM tentunya tidak terlepas dari dukungan para pemangku kepentingan, pelaku usaha, masyarakat, selain jajaran BPOM yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Untuk itu, hari ini Kepala BPOM juga memberikan BPOM Award kepada mitra dari sektor academia, business, dan government (ABG) sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dalam melaksanakan amanah pengawasan obat dan makanan. 

BPOM Award yang diberikan hari ini terdiri dari beberapa kategori. Penghargaan pertama diberikan kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad untuk kategori “Tokoh bangsa yang concern terhadap kemajuan BPOM”. Penghargaan selanjutnya diberikan kepada Associate Professor of Ophthalmology, Harvard Medical School Joseph F. Arboleda-Velasquez untuk kategori “Peneliti obat yang berdampak terhadap kesehatan”. Penghargaan selanjutnya diberikan kepada Associate Professor, Vanke School of Public Health, Tsinghua University Li Guanqiao untuk kategori “Arsitek kolaborasi riset pendidikan global demi keamanan produk Indonesia sebagai implementasi konsep ABG”. 

Rangkaian acara hari pertama dilanjutkan dengan kegiatan Seminar Internasional yang mengangkat tema “Advancing vaccines and ATMPs regulatory development and R&D ecosystem pathways from upstream to downstream”. Seminar ini memadukan sudut pandang ilmu pengetahuan dari barat dan timur dengan menghadirkan narasumber dari beberapa negara.

Kepala BPOM turut menyampaikan paparannya pada sesi pertama seminar dengan membahas mengenai konsep sinergi ABG. Narasumber lainnya yang ikut memberikan materi, yaitu Joseph F. Arboleda-Velasquez dari Harvard University, Li Guanqiao dari Tsinghua University, Saeed A. Al Awadh dari Saudi Food and Drug Authority, Liyana Rakinaturia dari WHO Indonesia, serta Hitti Silo dari WHO. 

Secara paralel, juga dilaksanakan agenda business matching yang diikuti oleh peserta dari kalangan pelaku usaha ritel. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM), mengenai perizinan BPOM dan pengembangan usaha, serta menjembatani potensi kerja sama bisnis antara UMKM dengan pelaku usaha besar. 

Menurut Marcel, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan merasa sangat terbantu dengan acara ini dalam mempermudah urusan mengurus izin edar BPOM. Menurutnya, proses pendampingan dan bimbingan BPOM sangat membantu dan kebutuhan pelaku usaha direspons dengan cepat. 

Dalam agenda ini, Kepala BPOM juga melakukan penandatanganan MoU dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Solihin. MoU ini berisi perjanjian kedua pihak untuk bekerja sama dalam bidang pengawasan dan pembinaan dalam rangka peredaran obat dan makanan di ritel. Tidak hanya dengan APRINDO Pada kesempatan tersebut BPOM juga melakukan Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (PT GAPMMI Karya Pangan) tentang pelatihan registration officer pangan olahan dalam rangka perkuatan pengawasan pre-market Obat dan Makanan. Penandatanganan PKS ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan efektivitas program, penguatan kolaborasi, serta pencapaian tujuan bersama secara berkelanjutan.

Masih rangkaian kegiatan di hari pertama, BPOM menggelar BPOM Expo yang menghadirkan sedikitnya 60 tenant dari industri obat dan makanan serta UMKM obat dan makanan. Selain itu, BPOM juga menyelenggarakan Vaksinasi Hepatitis A yang diikuti oleh pegawai di lingkungan BPOM.

Peringatan hari ulang tahun BPOM kali ini mengusung tema  “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”. Komitmen ini menegaskan bahwa obat dan makanan aman dan bermutu adalah dasar penting dalam membangun manusia Indonesia berkualitas serta ketahanan dan kemandirian bangsa. 

Peringatan HUT ke-25 BPOM bukan sekadar perayaan, tetapi diharapkan menjadi momentum untuk bersyukur, refleksi, konsolidasi, dan penguatan komitmen kelembagaan, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan visi besar Indonesia Emas 2045. Usia ke-25 tahun adalah energi dan semangat baru bagi BPOM untuk memberikan kinerja yang lebih baik secara berkelanjutan.

“Mari sambut HUT BPOM dengan penuh suka cita. Dua puluh lima tahun BPOM, semoga makin maju dan berkontribusi optimal pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” tutup Taruna Ikrar. (***)

banner 336x280