Ikonkata-Puncak peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 dan Hari Jadi Luwu ke 756 yang berlangsung meriah di kota Palopo, dihadiri para kepala daerah se Luwu Raya. Tak terkecuali kepala daerah Buton Sulawesi Tengah yang memiliki darah keturunan Luwu. Selain it para tokoh adat setempat juga terlihat khidmat mengikuti rangkaian proses adat. Puncak kegiatan berlangsung Jumat, (23/1/2026).
Sementara itu Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim bersama Wakil Bupati Jumail Mappile nampak antusias menghadiri prosesi adat Mappangngolo Lise Rakki dan Manre Sappera di Istana Kedatuan Luwu, Palopo, dalam rangka Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu.
Kegiatan ini digelar bersama Kedatuan Luwu dan dihadiri langsung oleh Datu Luwu, unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Luwu Raya, Bupati Kolaka Utara, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Prosesi Mappangngolo Lise Rakki dan Manre Sappera merupakan tradisi adat masyarakat Luwu yang sarat makna. Penyerahan hasil bumi menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada leluhur, serta wujud kebersamaan dan persatuan antar masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu bukan hanya mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya.
“Tradisi adat seperti ini adalah jati diri masyarakat Luwu yang harus terus kita jaga. Selain mengenang perjuangan para pendahulu, kegiatan ini mempererat silaturahmi dan persatuan antar daerah di Tanah Luwu,” ungkapnya.
Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu tahun ini berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat, mencerminkan semangat persatuan lintas wilayah yang diikat oleh sejarah dan budaya yang sama.
Pemkab Luwu Utara berkomitmen terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal. (Adv)










