IKONKATAID,Jakarta–Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak pasca-aksi unjuk rasa beberapa hari yang lalu.
Perbaikan infrastruktur tersebut dilakukan terutama pada layanan transportasi publik, seperti halte Transjakarta hingga Stasiun MRT.
“Saya sudah menyampaikan bahwa untuk perbaikan halte kemudian JPO dan sebagainya, termasuk beberapa yang dirusak ketika peristiwa demonstrasi terjadi, kami sudah melakukan perbaikan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu 7 September 2025.
Ia menegaskan, seluruh layanan moda transportasi juga telah berjalan normal. Salah satu fasilitas umum yang mengalami kerusakan cukup parah yakni halte di kawasan Senen.
Pramono menyampaikan, perbaikan halte tersebut kini telah rampung dan akan diresmikan pada Senin esok.
“Beberapa yang mengalami kerusakan salah satunya yang ada di Senen Insya Allah besok saya akan meresmikan, karena itu termasuk yang kerusakannya cukup parah,” kata dia.
Sebelumnya Pramono Anung mengungkapkan, kerugian akibat kerusakan fasilitas publik selama aksi unjuk rasa di Jakarta diperkirakan mencapai Rp51,1 miliar. Kerusakan ini mencakup infrastruktur halte Transjakarta, MRT, CCTV, dan lainnya.”total kerusakan ada Rp 51,1 miliar,”
Ia merinci, dampak kerusakan tersebut yakni pada 22 halte Transjakarta, baik halte BRT dan non-BRT. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam halte terbakar dan dijarah, sementara 16 halte lainnya mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan vandalisme. Selain itu, satu pintu tol juga terdampak aksi.
Hal ini disampaikan Pramono usai menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Mengenai estimasi kerugian, kerusakan infrastruktur untuk MRT Jakarta sebesar Rp3,3 miliar. Transjakarta kurang lebih Rp41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur, lainnya Rp5,5 miliar. Sehingga total kerusakan ada Rp 51,1 miliar,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 1 September 2025.
Gubernur pun berharap insiden perusakan fasilitas umum tidak terulang kembali. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan tempat khusus sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
A”Maka ada satu tempat yang nanti Insya Allah kita gunakan untuk menjadi pengingat atau memorable bahwa yang seperti itu tidak boleh terjadi kembali,” tandas Pramono.















