Diaspora Indonesia di Luar Negeri Mulai Serukan #ResetIndonesia, Protes Penanganan Demontrasi di Indonesia

Protes ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik Inggris dan media internasional akan krisis demokrasi dan ketidakadilan sistemik di Indonesia, serta transparansi dan akuntabilitas pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya

IKONKATAID,LONDON – Ratusan diaspora Indonesia di Inggris berkumpul di pusat kota
London, Jumat, 5 September 2025, untuk menghadiri aksi protes  dan unjuk rasa. Para pelajar asal Indonesia tersebut memprotes penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat menangani aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh dan warga di Indonesia, yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Aksi ini juga mengecam sikap pemerintah yang dianggap tidak peduli terhadap kesulitan ekonomi yang dialami rakyat. Protes ini mendesak pemerintah Indonesia untuk memenuhi tuntutan #ResetIndonesia yang telah digaungkan oleh masyarakat sipil di Indonesia, yaitu mendorong perubahan sistemik yang bertujuan mengakhiri praktik-praktik korupsi yang selama ini telah berpihak dan menguntungkan elit politik dan oligarki, namun tidak berpihak ke rakyat.
Demonstrasi berlangsung dari pukul 14.30 hingga 17.00 BST di Russell Square Gardens, WC1B
5EH. Aksi ini adalah bentuk solidaritas dengan warga di Indonesia yang tidak hanya menghadapi
kekerasan aparat saat menggunakan hak mereka untuk berunjuk rasa, tetapi juga berhadapan
dengan kesulitan ekonomi yang meluas. Beberapa bulan terakhir, rakyat Indonesia mengalami
PHK massal, penurunan daya beli yang signifikan, dan tingkat pengangguran yang melonjak
(tertinggi di Asia Tenggara).
Menambah frustrasi publik adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang baru-baru ini
menaikkan gaji dan tunjangan mereka sendiri hingga lebih dari Rp 100 juta per bulan. Tindakan
ini sangat kontras dengan stagnasi upah sebagian besar warga dan rencana pemerintah untuk
menerapkan skema pajak baru, termasuk wacana pajak media sosial. Komentar terbaru Menteri
Keuangan, Sri Mulyani, yang mempertanyakan tanggung jawab penuh pemerintah atas
rendahnya gaji guru, semakin menyulut kemarahan publik.Seorang perwakilan mahasiswa dari penyelenggara aksi protes di London menyatakan, “Kami di
sini hari ini untuk memprotes tidak hanya kekerasan terhadap pengunjuk rasa, tetapi juga
ketidakadilan dan sikap acuh tak acuh yang mendalam dari para pemimpin kami. Keputusan
pemerintah untuk menaikkan gaji mereka sendiri di saat rakyat menderita adalah sebuah
penghinaan. Kami sepenuhnya mendukung tuntutan untuk #ResetIndonesia dan mendesak
perubahan sistemik, karena ini sangat penting demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil,
setara, dan empatik”.
Rilis yang dikirim oleh delegasi pelajar Indonesia di London menceritakan, demonstrasi  yang diselenggarakan kolektif London Bergerak ini merupakan bagian dari gerakan
solidaritas internasional yang lebih luas di bawah International Committee of Indonesia
Bergerak/Komite Internasional Indonesia Bergerak. Koalisi ini mencakup komunitas diaspora
Indonesia di berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Taiwan,
Jepang, Korea, Singapura, Polandia, Swiss, Kanada, Norwegia, dan Denmark, yang semuanya
bersatu untuk menunjukkan bahwa perjuangan demi keadilan dan demokrasi di Indonesia
melintasi batas-batas negara.
Protes ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik Inggris dan media internasional akan
krisis demokrasi dan ketidakadilan sistemik di Indonesia, serta transparansi dan akuntabilitas
pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya. Penyelenggara mengundang seluruh masyarakat,
perwakilan media, dan pegiat HAM untuk bergabung dalam solidaritas, dengan total 250 orang
yang berpartisipasi dalam aksi ini.

banner 336x280